Dalam bisnis, seringkali ketika belajar kita dituntut untuk ATM alias Amati, Tiru dan Modifikasi. Mengamati dan Memodifikasi mungkin sudah sangat jelas bagi kita. Tapi Meniru nah ini yang batasannya sering gak jelas sama sekali.
Saya pernah dan mungkin sering sekali mendengar bahwa “Ilmu itu dari Allah, jadi kita nggak boleh jual ke orang lain. Wong kita dikasih juga gratis kok”. Biasanya saya akan tersenyum saja. Kecuali kalau memang ada di forum diskusi. Tapi kalau cuma di bagian komentar biasanya saya acuhkan. Ada beberapa hal yang perlu dikoreksi dari ungkapan rekan kita ini:
- Benar sekali bahwa Ilmu itu datangnya dari Allah. Ilmu adalah milik Allah dan diberikan secara gratis kepada kita.
- Tapi harus diingat juga bahwa ilmu gratis itu butuh ongkos kirim supaya sampai ke otak kita.
- Ilmu juga butuh ongkos packing agar mudah dibawa dan masuk ke otak kita dengan selamat
- Ilmu juga butuh ongkos jaminan keaslian agar Ilmu yang sudah diberikan Allah itu sama persis bentuknya saat mendarat di otak kita.
Tanpa adanya ongkos kirim, ongkos packing dan jaminan keaslian, bisa dipastikan Ilmu itu akan tetap di sisi Allah. Kecuali Allah menghendaki ilmu-Nya mendarat ke otak anda sabagaimana para nabi dan Rasul. Teruskan membaca »