Home | Info | DAFTAR | Forum | Kontak | Member
Cari Artikel? Gunakan ini:

Jadi Blogger tanpa Blog, tanpa Komunitas

Blogger tanpa BlogSebelum diteruskan, saya ingin menyampaikan dulu bahwa artikel ini bukan ditujukan untuk melemahkan semangat anda yang sedang puyeng-puyengnya membangun blog. Saya ingin menunjukkan bahwa ada 1001 cara mendapatkan uang di internet dan ada 1001 cari agar tulisan anda dibaca oleh sebanyak mungkin orang.

Mempunyai blog bukanlah hal mutlak yang harus dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Bahkan seseorang yang tak punya blogpun bisa mendapatkan penghasilan. Misalnya dengan bermain affiliasi yang komisinya 50% atau lebih dan bermain-main dengan google adwords untuk mendatangkan traffik ke web affiliasinya. Atau anda juga bisa membuat list produk di ebay dengan system dropshipping. Bahkan anda juga bisa pasang foto di facebook untuk menjual produk-produk UKM di kampung anda.

Banyak sekali jalan dan manapun jalan yang anda pilih, semuanya butuh 1 modal aja yaitu kemauan untuk mencoba-mencoba dan mencoba. Sangat berbeda antara mencoba terus dan berpindah terus. Yang sering terjadi adalah seseorang itu berpindah-pindah strategi. Misalnya hari ini coba promosi lewat facebook, lalu gara-gara gak laku, langsung banting setir ke kaskus. Di kaskus thread-nya tenggelam terus bahkan orang nyasarpun gak ada, akhirnya nekat pakai adwords. Alhamdulillah habis 1 juta untuk iklan adwords tapi gak menghasilkan 1 sale-pun lalu ganti profesi bikin blog. Teruskan membaca »

Batasan Antara Meniru dan Membajak

Dalam bisnis, seringkali ketika belajar kita dituntut untuk ATM alias Amati, Tiru dan Modifikasi. Mengamati dan Memodifikasi mungkin sudah sangat jelas bagi kita. Tapi Meniru nah ini yang batasannya sering gak jelas sama sekali.

Saya pernah dan mungkin sering sekali mendengar bahwa “Ilmu itu dari Allah, jadi kita nggak boleh jual ke orang lain. Wong kita dikasih juga gratis kok”. Biasanya saya akan tersenyum saja. Kecuali kalau memang ada di forum diskusi. Tapi kalau cuma di bagian komentar biasanya saya acuhkan. Ada beberapa hal yang perlu dikoreksi dari ungkapan rekan kita ini:

  1. Benar sekali bahwa Ilmu itu datangnya dari Allah. Ilmu adalah milik Allah dan diberikan secara gratis kepada kita.
  2. Tapi harus diingat juga bahwa ilmu gratis itu butuh ongkos kirim supaya sampai ke otak kita.
  3. Ilmu juga butuh ongkos packing agar mudah dibawa dan masuk ke otak kita dengan selamat
  4. Ilmu juga butuh ongkos jaminan keaslian agar Ilmu yang sudah diberikan Allah itu sama persis bentuknya saat mendarat di otak kita.

Tanpa adanya ongkos kirim, ongkos packing dan jaminan keaslian, bisa dipastikan Ilmu itu akan tetap di sisi Allah. Kecuali Allah menghendaki ilmu-Nya mendarat ke otak anda sabagaimana para nabi dan Rasul. Teruskan membaca »