Dalam bisnis ataupun dalam kehidupan ini sikap dan mentalitas memegang peranan sangat penting. Dalam situasi yang sama jika ditanggapi dengan sikap yang berbeda, hasilnya bisa jadi sangat berbeda. Contohnya yang sering diutarakan oleh Mr. Tung Desem Waringin adalah cerita dua orang surveyor ke desa primitif.
Alkisah sebut saja bejo dan panjul ditugaskan untuk melakukan survey potensi pasar sepatu di suatu daerah terpencil yang masih primitif. Setelah melakukan survey beberapa hari kedua surveyor kita ini melaporkan hasil surveynya kepada sang big boss.
Panjul tampil pertama kali memberikan presentasi bisnisnya. “Wah, menurut hasil survey yang saya lakukan, daerah tersebut potensinya nihil. Jangankan sepatu, sandal saja tidak ada yang punya. Bahkan saat mereka diminta memakai sepatu, rata-rata menolaknya. Katanya lebih enak tanpa alas kaki sama sekali”. Hmm.. si big boss manggut-manggut.
Berikutnya Bejo memberikan presentasi bisnisnya. “Wah Boss, potensi daerah itu besar sekali. Kalau kita jualan sepatu disana, pasti laris manis. Bayangkan aja, semua penduduknya nggak ada yang pakai sepatu. Artinya gak ada pesaing sama sekali. Kalau kita bisa mendekati kepala sukunya dan mengatakan kalau pakai sepatu mereka bisa lari lebih cepat dan tak perlu takut terkena duri-duri di hutan, maka sang kepala suku pasti akan menyuruh semua penduduknya untuk pakai sepatu.”. Woww!! Kata si Boss lagi. Teruskan membaca »